
Mengenal Kanker Payudara
Aih, kenapa payudaraku kok kecil begini? untuk soal payudara, ukuran yang kecil saja sudah menjadi masalah. bayangkan bagaimana jadinya bila satu atau bahkan dua payudara anda harus dipotong karena terkena kanker?. siapa pun pasti akan sulit membayangkannya. bagi wanita, payudara memang merupakan organ super istimewa. payudara adalah salah satu simbol identitas wanita. tak heran, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh kaum hawa.
berdasarkan data International Agency for Research On Cancer (IARC) tahun 2002, di seluruh dunia, kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan (38 dari 100.000 perempuan terkena kanker payudara). di indonesia, menurut IARC, kanker payudara diperkirakan mencapai 26 kasus per 100.000 orang, menempati posisi kedua setelah kanker leher rahim.
tingkat kematian akibat kanker payudara juga masih sangat tinggi karena terlambatnya penanganan. menurut data departemen kesehatan, 70 perse penderita kanker payudara datng berobat setelah kankernya diketahui sidah pada tahap stadium lanjut (alias sudah menyeba). padahal, semakin cepat ditangani, makin besar pula peluang untuk disembuhkan.
Secara teorritis, pasien yang datang saat masih berada dalam stadium I punya peluang sembuh 70-80 persen. stadium II peluang sembuhnya 43 persen. stadium III peluang sembuh menyusut menjadi kurang dari 11,2 persen, dan stadium IV 0 persen (alias tidak mungkin dapat sembuh total). penanganan yang baik dan benar terhadap kanker stadium dini akan menambah harapan hidup dan kesembuhan selama 10 tahun.
SIAPA YANG BERISIKO MENDERITA KANKER PAYUDARA?
1. WANITA USIA DI ATAS 50 TAHUN
The American Cancer Society (ACS) melaporkan, penyakit ini lebih sering menimpa perempuan berusia di atas 50 tahun dan telah menapause. hanya sekitar 20 persen saja wanita yang terkena kanker payudara pada usia 50 tahun atau sebelum menapause.
2. PERNAH PUNYA RIWAYAT TIMOR PAYUDARA
orang yang pernah terkena kanker payudara, berisiko terkena serangan lagi. bisa payudara yang sama atau payudara yang sebelahnya.
3. FAKTOR GENETIK
mereka memiliki ibu, anak perempun, atau saudara perempuan yang terkena kanker payudara atau kanker di daerah reproduksinya memiliki resiko terkena serangan kanker payudara. riskiko akan lebih tinggi lagi jika keluarga dekat itu mendapatkan serangan kanker saat usia mereka dibawah 50 tahun.
4. ALKOHOL
beberapa penelitian telah menyimpulkan, bhwa semakin banyak alkohol yang dikonsumsi perempuan, risiko kanker payudara lebih besar. Analisis dari penelitian menyarankan agar membatasi asupan alkholoh perhari (min 2 gelas) sehingga dapat mengurangi resiko kanker payudara sebanyak 21 persen.
5. ROKOK
merokok secara signifikan meningkatkan risiko penyakit ini. aneka jenis racun yang ada dalam rokok bersifat karsinogen akan memicu berkembangnya sel kanker menjadi kanker.
gejala yang mungkin ditemukan :
- benjolan atau pembengkakan di ketiak
- perubahan ukuran atau bentuk payudara
- keluar cairan yang abnormal dari puting susu (berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah)
- perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puing susu maupun areola ( daerah berwarna colat tua di sekeliling puting susu)
- payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik.
- puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara.
begitu anda menemukan tanda-tanda itu, selayaknya anda menghubungi dokter
gejala yang mungkin ditemukan :
- benjolan atau pembengkakan di ketiak
- perubahan ukuran atau bentuk payudara
- keluar cairan yang abnormal dari puting susu (berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah)
- perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puing susu maupun areola ( daerah berwarna colat tua di sekeliling puting susu)
- payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik.
- puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara.
begitu anda menemukan tanda-tanda itu, selayaknya anda menghubungi dokter
Tidak ada komentar:
Posting Komentar